Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan di Estadio Azteca

Sejarah sepak bola dunia sering kali memiliki cara unik untuk berulang, dan itulah yang terjadi pada Piala Dunia 2026. FIFA telah resmi mengumumkan bahwa laga pembuka turnamen akbar edisi ke-23 ini akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di stadion legendaris yang baru saja direnovasi, Estadio Azteca, Mexico City.
Duel ini bak deja vu bagi para penggila bola. Pasalnya, kedua negara ini juga merupakan lakon utama dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 di Johannesburg. Kini, 16 tahun kemudian, aktor utamanya berganti tempat, namun tensi dan pertaruhannya tetap sama tingginya. Bagi Meksiko, ini bukan sekadar laga perdana, melainkan misi sakral untuk menghapus "kutukan" yang sudah bertahan selama hampir satu abad.
Misi Memutus Kutukan 96 Tahun "El Tri"
Meskipun Meksiko adalah negara yang paling sering tampil di laga pembuka Piala Dunia sepanjang sejarah, catatan statistik mereka sangat memprihatinkan. Sejak edisi perdana di Uruguay tahun 1930 hingga terakhir di 2010, skuad berjuluk El Tri ini belum pernah sekalipun mencicipi kemenangan di partai pembuka.
Bayangkan saja, dari tujuh kali kesempatan menjadi tim pembuka, Meksiko menelan lima kekalahan dan dua hasil imbang. Pertahanan mereka pun tergolong rapuh di laga perdana dengan kebobolan 19 gol dan hanya mampu membalas 2 gol. Lawan-lawan tangguh seperti Prancis, Brasil, hingga Uni Soviet pernah membuat publik Meksiko tertunduk lesu di awal turnamen.
Laga pembuka 2026 nanti adalah kesempatan kedelapan. Di bawah arahan pelatih veteran Javier Aguirre, Meksiko memikul ekspektasi jutaan suporter fanatiknya untuk mengamankan tiga poin pertama di rumah sendiri dan memutus rantai kegagalan yang dimulai sejak 1930 tersebut.
Atmosfer Estadio Azteca Jadi Kekuatan Pemain ke-12
Pemilihan Estadio Azteca sebagai lokasi pembukaan bukanlah tanpa alasan. Stadion ini merupakan "kuil" sepak bola yang telah menyaksikan momen-momen magis, mulai dari "Gol Tangan Tuhan" Maradona hingga kejayaan Pele. Dengan kapasitas yang telah dimodernisasi, Azteca akan menjadi neraka bagi tim tamu.
Bagi skuad Meksiko, bermain di hadapan pendukung sendiri di fase grup adalah keuntungan besar. Namun, tekanan publik Meksiko juga bisa menjadi pedang bermata dua. Jika mereka gagal mencetak gol cepat, tekanan dari tribun bisa berubah menjadi beban mental yang berat bagi para pemain muda El Tri.
Dampak Hasil Laga Terhadap Persaingan Grup A
Sebagai pengamat olahraga, saya melihat laga pembuka ini akan sangat menentukan peta kekuatan di Grup A. Dengan format baru 48 tim, setiap poin di fase grup sangatlah krusial. Kemenangan di laga pembuka bukan hanya soal tiga poin, tapi soal momentum psikologis.
Jika Meksiko berhasil menang, mereka akan melapangkan jalan menuju babak sistem gugur dan membuktikan bahwa mereka siap bersaing sebagai tuan rumah yang disegani. Sebaliknya, jika Afrika Selatan berhasil mencuri poin di Azteca, maka persaingan di Grup A akan menjadi sangat cair dan sulit diprediksi, mengingat tim-tim kuat lainnya di grup ini juga mengincar posisi juara grup demi menghindari lawan berat di babak 32 besar.
Saatnya Menulis Ulang Sejarah
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar dengan tiga negara tuan rumah (Meksiko, AS, dan Kanada). Namun, kehormatan untuk memulai pesta ini jatuh ke tangan Meksiko. Laga melawan Afrika Selatan pada 11 Juni nanti adalah panggung pembuktian bagi Javier Aguirre dan anak asuhnya.
Meksiko memiliki sejarah panjang, stadion yang megah, dan suporter yang luar biasa. Kini, yang mereka butuhkan hanyalah satu hal yang selama ini absen dari laga pembuka mereka: Kemenangan. Apakah kutukan 96 tahun ini akan berakhir di rumput baru Estadio Azteca, ataukah Afrika Selatan kembali menjadi mimpi buruk bagi publik Mexico City? Kita tunggu jawabannya musim panas tahun depan.
**dari berbagai Sumber
