Haaland Terinspirasi Messi dan Ronaldo

Erling Haaland akhirnya akan merasakan panggung terbesar sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 menjadi momen debut sang striker Manchester City bersama tim nasional Norwegia, sekaligus tonggak penting dalam kariernya. Menariknya, di tengah euforia tersebut, Haaland tak ragu menyebut dua nama besar yang jadi sumber inspirasinya: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Haaland tidak melihat Piala Dunia ini sebagai turnamen biasa. Baginya, ini adalah estafet generasi. Inilah saatnya ia membuktikan diri layak berada di orbit yang sama dengan dua ikon yang sudah mendominasi dunia selama lebih dari 1,5 dekade.
Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen besar berikutnya bagi striker jangkung ini. Ini adalah ujian akhir dari proyek panjang Inggris yang dimulai sejak 2018. Di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Inggris datang bukan lagi sebagai tim potensial, melainkan kandidat juara yang wajib membuktikan diri.
Debut Haaland dan Penantian Panjang Norwegia
Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di turnamen inilah Erling Haaland untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia senior. Sebuah pencapaian yang terasa spesial, bukan hanya bagi sang pemain, tetapi juga bagi Norwegia.
Norwegia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1998. Artinya, publik Norwegia harus menunggu 28 tahun untuk kembali melihat tim nasional mereka bersaing di level tertinggi. Haaland menjadi simbol generasi baru yang mematahkan penantian panjang tersebut.
Dalam fase kualifikasi zona UEFA, Norwegia tampil luar biasa. Mereka menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan, termasuk saat harus bersaing dengan tim sekelas Italia. Performa kolektif yang solid berpadu dengan ketajaman Haaland di lini depan menjadi kunci utama kelolosan ini.
Rekor Gol Haaland di Kualifikasi Piala Dunia
Secara statistik, kontribusi Erling Haaland di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 nyaris tak terbantahkan. Penyerang berusia 25 tahun itu mencetak 16 gol hanya dalam delapan pertandingan. Catatan ini menyamai rekor Robert Lewandowski sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi kualifikasi Piala Dunia zona Eropa.
Yang membuatnya semakin impresif, Lewandowski membutuhkan 10 pertandingan untuk mencapai angka tersebut pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Efisiensi Haaland menunjukkan betapa ia bukan sekadar target man, tetapi mesin gol yang konsisten di level internasional.
Dari sudut pandang pembaca Indonesia, performa seperti ini mengingatkan kita pada pentingnya figur striker yang benar-benar menjadi pusat permainan. Norwegia mungkin tidak memiliki kedalaman skuad seperti Prancis atau Argentina, tetapi dengan Haaland, mereka selalu punya ancaman nyata di kotak penalti lawan.
Terinspirasi Messi dan Ronaldo Soal Umur Panjang Karier
Menariknya, di tengah statusnya sebagai bintang generasi baru, Haaland justru banyak belajar dari dua legenda lama: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Di Piala Dunia 2026 nanti, Messi dan Ronaldo berpeluang tampil untuk keenam kalinya, sebuah rekor yang nyaris mustahil disamai dalam sepak bola modern.
Haaland secara terbuka mengakui bahwa ketahanan fisik dan konsistensi Messi serta Ronaldo menjadi contoh ideal bagi setiap pesepakbola profesional. Ia menyoroti bagaimana kedua pemain tersebut mampu menjaga performa di level tertinggi selama lebih dari satu dekade.
Khusus Cristiano Ronaldo, Haaland terkesan dengan disiplin sang megabintang Portugal dalam menjaga kondisi tubuh. Di usia 40 tahun, Ronaldo masih aktif bermain di level internasional. Bagi Haaland, ini bukan sekadar bakat, melainkan hasil dari profesionalisme ekstrem—mulai dari pola latihan, nutrisi, hingga gaya hidup.
Pandangan ini relevan untuk pembaca Indonesia yang mengikuti sepak bola modern. Era sekarang menuntut pemain bukan hanya berbakat, tetapi juga punya manajemen karier yang cerdas jika ingin bertahan lama di puncak.
Impian Jadi Kenyataan
Erling Haaland akhirnya bisa merasakan apa yang dulu mustahil baginya: melihat Norwegia di Piala Dunia. Seumur hidupnya, ia hanya menjadi penonton bagi bangsa lain, sehingga kelolosan kali ini terasa sangat personal dan emosional. Meski bukan tipe pemain yang suka berpesta, momen bersejarah ini jelas merupakan pencapaian tertinggi dalam hidupnya.
Dari sisi tim, kehadiran Norwegia di Piala Dunia membawa dampak besar bagi perkembangan sepak bola nasional mereka. Generasi muda Norwegia kini punya panutan nyata, bukan hanya di level klub Eropa, tetapi juga di tim nasional.
Jika mampu lolos dari fase grup, Norwegia bukan hanya mencetak sejarah, tetapi juga mengirim pesan bahwa era baru sepak bola Eropa Utara telah dimulai—dengan Erling Haaland sebagai pusatnya.
Piala Dunia 2026 pun berpotensi menjadi panggung transisi dari dominasi Messi dan Ronaldo menuju era striker modern seperti Haaland. Sebuah cerita besar yang layak ditunggu oleh pencinta sepak bola, termasuk dari Indonesia.
**dari berbagai Sumber
