Jelang Piala Dunia 2026 Timnas Maroko Malah Banyak Yang Cedera

Kabar kurang sedap datang dari skuad Timnas Maroko. Sang jenderal lapangan tengah, Sofyan Amrabat, baru saja menjalani operasi pergelangan kaki di Belanda. Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi pelatih Walid Regragui yang sedang menyusun kekuatan terbaiknya menuju Piala Dunia 2026.
Gelandang tangguh berusia 29 tahun itu menjalani prosedur ankle arthroscopy untuk menyembuhkan cedera yang mengganggunya. Melalui akun Instagram pribadinya, Amrabat mengunggah foto di rumah sakit dengan caption yang menyentuh sekaligus tegar: "Awal dari babak yang lebih kuat!". Duh, jadi ikut mendoakan supaya cepat pulih ya!
Jujur saja, absennya Amrabat di fase akhir Piala Afrika (AFCON) 2025 kemarin memang sangat terasa. Ia hanya tampil sebagai starter di dua laga grup dan menjadi pemain pengganti saat Maroko menumbangkan Kamerun di perempat final.
Sayangnya, masalah pergelangan kaki ini membuatnya harus absen di laga semifinal hingga partai final. Tanpa keseimbangan yang diberikan Amrabat di lini tengah, transisi permainan Maroko tampak sedikit goyah. Kini, target utamanya adalah kembali bugar sebelum kompetisi musim ini berakhir agar bisa masuk daftar skuad Piala Dunia Juni mendatang.
Daftar Pemain Cedera Yang Semakin Panjang
Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Timnas Maroko. Gelandang andalan mereka, Sofyan Amrabat, harus masuk daftar cedera dan menambah panjang antrean pemain yang menghuni ruang perawatan. Absennya Amrabat jelas menjadi pukulan telak, mengingat perannya yang vital sebagai penjaga keseimbangan lini tengah sekaligus perisai pertama pertahanan Maroko.
Amrabat bukan satu-satunya “pasien” di skuad asuhan Walid Regragui. Sebelumnya, kiper pelapis Munir El Kajoui juga harus naik meja operasi akibat cedera bahu yang didapat saat sesi latihan menjelang partai final AFCON. Kondisi ini membuat kedalaman skuad Maroko mulai diuji, terutama di posisi-posisi krusial.
NSituasi tersebut memaksa Regragui untuk memutar otak lebih keras. Maroko, yang berstatus semifinalis Piala Dunia edisi lalu, tentu memikul ekspektasi besar dari publik dan pendukungnya. Kehilangan gelandang “pengangkut air” sekelas Amrabat berpotensi mengganggu skema pertahanan berlapis yang selama ini menjadi ciri khas Timnas Maroko. Jika tidak segera menemukan solusi tepat, badai cedera ini bisa berdampak signifikan pada performa mereka di laga-laga penentuan.
Amrabat Berpacu Dengan Waktu
Secara teknis, Amrabat diperkirakan menepi selama enam minggu ke depan. Bagi seorang pemain bola, waktu ini sangat krusial karena ia butuh membangun kembali ritme pertandingan (match fitness) sebelum terbang ke Amerika Utara.
Jika proses rehabilitasinya lancar, ia punya waktu sekitar dua bulan untuk membuktikan level performanya di klub sebelum pemanggilan tim nasional. Kita semua tahu, peran Amrabat sebagai pemutus serangan lawan sangat sulit digantikan oleh pemain lain di skuad Maroko saat ini.
Cederanya dua pilar penting ini menjadi alarm bagi Maroko untuk lebih memperhatikan kedalaman skuad. Fokus kini beralih pada pemulihan total agar Singa Atlas tidak tampil pincang di panggung dunia nanti.
Dampaknya tentu sangat besar bagi peta persaingan di grup mereka. Tanpa Amrabat yang fit 100%, Maroko mungkin harus sedikit mengubah gaya main mereka menjadi lebih konservatif. Kita doakan saja semoga babak baru yang lebih kuat benar-benar segera dimulai untuk Amrabat!
**dari berbagai Sumber
